Saham Properti Makin Bersinar (2013)

 

YANG BARU, YANG MEROKET

Pada tahun lalu, ada tiga emiten pendatang baru, yaitu  Bekasi Fajar Industrial Estate, Gading Development dan Nirvana Development.  Dari ketiganya, Nirvana Development terhitung emiten yang melesat. Masuk pasar modal per September 2012 dengan harga penawaran Rp105 per lembar, sebanyak 6 miliar unit saham dan 4,2 miliar waran seri I. Pengembang berlabel NIRO ini menggunakan dana yang didapat sebesar Rp630 miliar ini untuk membangun dua proyek andalannya, yaitu Cirebon Superblock dan the Park Solo.

Dilaporkan per September 2012, pusat perbelanjaan, bagian dari Cirebon Superblok telah menyelesaikan pembangunan hingga lantai 1 yang pemasarannya diubah, dari semula untuk dijual menjadi disewakan. Sementara itu bangunan rumah toko, office park, hotel dan pusat perbelanjaan the Park, yang dimiliki tiga anak usahanya (PT Karya Bersama Takarob, PT Grahita Dana dan PT Tristar Land) masih dalam proses konstruksi. Untuk pengembangan, NIRO juga masih memiliki tanah yang belum dikembangkan seluas 13,95 ha yang tersebar di Sukoharjo (Jawa Tengah) dan Cirebon (Jawa Barat). Hak legal atas tanah aset real estat selain yang masih dalam proses berupa Hak Guna Bangunan atas nama anak usaha berjangka waktu 20–30 tahun yang akan jatuh tempo pada tahun 2023 – 2041.

Menyusul larisnya penjualan office park, pendapatan NIRO langsung melesat. Pun dengan labanya. Jika pada akhir 2011 perusahaan ini hanya mempunyai laba Rp375 juta, pada September 2012 beribu-ribu kali lipat menjadi Rp21,11 miliar dengan NPM sebesar 35%. Walhasil pada November 2012 harga sahamnya ditutup pada Rp265 dengan nilai kapitalisasi sebesar Rp4,77 triliun. Hampir dua kali lipat nilai kapitalisasi ELTY.

Pasar properti secara umum pada tahun 2013 diproyeksi masih akan tumbuh, Karena sifatnya yang sensitif terhadap pergerakan suku bunga, sepanjang tingkat suku bunga pinjaman masih terus melandai, investasi di sektor properti akan tetap dinilai menguntungkan. Dengan begitu, dimungkinkan pergerakan saham sektor ini pun masih terus menanjak. Selain itu sudah masuknya Indonesia dalam radar investor properti global, sementara regulasi tentang kepemilikan orang asing masih belum tuntas, memungkinkan investor asing “masuk” melalui pasar uang ini.

 

Sumber: http://www.propertiindonesia.co.id/2013

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s