Peraturan Gubernur No. 38/2012 – Green Building (1)

Kemarin penulis berkesempatan untuk mengikuti acara yang diadakan oleh GMT institute, yang didalamnya terdapat acara sosialisasi Pergub DKI yang baru mengenai Green Building.

Pergub ini sendiri dilatar belakangi oleh komitmen dari Gubernur DKI tahun 2008 di Korea mengenai program c40 dalam tujuannya untuk mengurangi CO2 dan penghematan energi. Menurut Ir. Pandita, MSi (Kasie Perencanaan dan Pengawasan Struktur Dinas Pengawasan dan Penertiban Bangunan (P2B) DKI Jakarta) Untuk mengurangi emisi tersebut sangatlah tidak mudah bagi semua negara, karena dengan mengurangi emisi (CO2) berarti mengurangi produktifitas, mengurangi produktifitas berarti mengurangi lahan kerja.

Di Indonesia sendiri sebenarnya sudah ada lembaga independent, yaitu lembaga KONSIL BANGUNAN HIJAU INDONESIA atau GREEN BUILDING COUNCIL INDONESIA. Lembaga ini adalah lembaga mandiri (non government) dan nirlaba (non-for profit) yang berkomitmen penuh terhadap pendidikan masyarakat dalam mengaplikasikan praktik-praktik terbaik lingkungan dan memfasilitasi transformasi industri bangunan global yang berkelanjutan. GBC INDONESIA merupakan Emerging Member dari World Green Building Council (WGBC) yang berpusat di Toronto, Kanada. WGBC saat ini beranggotakan 90 negara dan hanya memiliki satu GBC di setiap negara.  Untuk lebih detail mengenai lembaga ini dapat dilihat websitenya di http://www.gbcindonesia.org/

Kita semua sangat bersyukur dengan keberadaan lembaga ini, sehingga pemerintah daerah, seperti halnya pemda DKI yang telah bekerja sama dengan lembaga ini untuk mengadop dan merumuskannya di dalam peraturan perundang-undangan yang telah dituangkan dalam Peraturan Gubernur No. 38/2012 tentang Bangunan Gedung Hijau.

Peraturan ini sendiri sebenarnya telah didahului dengan diterbitkannya  peraturan Gubernur Nomor 8 Tahun 2011 tentang Sertifikasi Bangunan Hijau atau green building.

Dengan perkembangan properti yang begitu pesat saat ini, pembangunan bangunan-bangunan tinggi, mall, apartment, hotel, perkantoran, mix building, dan sebagainya, khususnya di Jakarta, maka penggunaan energi meningkat begitu pesatnya, dan kalau tidak dipikirkan solusi mengenai penghematan energi ini, masalah yang akan timbul, khususnya di Jakarta akan semakin kompleks, khususnya dampak terhadap lingkungan dan energi.  Adalah langkah yang sangat tepat jika saat ini pemerintah DKI Jakarta memulai program ini.

Secara garis besar dalam peraturan ini terbagi 2(dua) yaitu peraturan yang bersifat mandatory (wajib) dan voluntery (tidak wajib) yang akan diterapkan baik itu kepada bangunan baru dan bangunan existing.

berlanjut….

 

Regards,

Nugroho P. Aji, ST

 

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s